Menkes Sebut Positivy Rate Indonesia Lebih Baik dari Meksiko dan Bolivia
Jakarta - Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan rasio tes serta tracing Covid-19 di Indonesia tidak ada di bawah standard WHO.
situs judi tentang permainan judi bola "Tidak pas rasio test tracing di bawah WHO. Kita di atas 45 ribu /hari berarti telah penuhi (WHO), cuman tidak rata sebab tersangkut daerah, pendukuk, negara kepulauan yang lain dengan negara lain," kara Terawan, Selasa (20/10/2020).
Terawan menyanggah informasi yang menyebutkan positivy rate Indonesia jauh di bawah WHO. Menurut dia, Indonesia masih baik dibandingkan negara Meksiko atau Bolivia.
"(Positivy Rate) Indoensia berapakah sich? 14 %. Jika kita saksikan banyak negara seperti Meksiko, Bolivia itu 20-50 %. Dengan holistic kita masuk kisaran yang baikz 14 % itu di bawah rerata dunia. WHO katakan 10 %," tuturnya.
Terawan menyebutkan standard WHO itu berbeda. Ditambah lagi menurut dia penyakit Covid-19 itu aktif hingga tidak hisa berpatok di data atau standard permanen.
"Kita jangan terstandar terdiam beberapa hal yang siifatnya statis, sebab penyakit jni aktif," katanya.
Perlakuan Covid-19 di Indonesia, menurut dia, telah jauh lebih bagus sebab tingkat kesembuhan yang tinggi.
"Kita harus (memikir) positif sebab angka kesembuhan 79 %. Angka kematian terus turun," katanya.
Ia optimis di depan akan sanggup melebihi periode susah wabah Covid-19 ini.
Menteri Kesehatan mengubah arti ODP, PDP, OTG Covid-19 dalam ketentuan Kemenkes terkini. Arti itu ditukar dengan 4 arti yang termasuk baru serta belum disosialisasikan.
